Pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap Pariwisata Bali

Dewasa ini perkembangan teknologi berkembang sangat pesat, jika kita melihat satu abad kebelakang. Perkembangan teknologi tersebut mampu merubah pola hubungan antar manusia disegala aspek kehidupan bermasyarakat baik dari segi aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan serta dunia pariwisata. Perkembangan teknologi membawa perubahan yang cukup signifikan seperti perubahan dari face to face tergantikan oleh sentuhan layar, selain itu screen to screen, relasi virtual , meeting kerja sekarang telah dijalankan secara otomatis, sistematis dan robotik.

Fase perubahan tersebut dinamakan Revolusi Industri 4.0. Revolusi ini merupakan sebuah fase yang secara umum tentang otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi pabrik dan robotik sehingga pada akhirnya menghasilkan yang namanya “Smart Process”.

Revolusi Industri 4.0 tersebut secara tidak lansung mempengaruhi laju pariwisata di Bali disamping bisnis yang berkembang di Bali. Hal ini bisa kita lihat dari tempat- tempat wisata di Bali yang mulai berangsur-angsur merubah dan membuat tempat wisata baru yang lebih canggih mengikuti permintaan pasar saat ini.

Selain itu, dampat revolusi industri juga terkihat dari tergantikannya touring guide oleh guide berbasis aplikasi. Di Bali sendiir terdapat aplikasi Bali Tour Guide yang sudah dikembnagkan untuk perangkat android. Aplikasi ini berfungsi memberikan informasi seputar objek-objek wisata yang ada di pulau Bali. Tidak hanya sekadar informasi umum, aplikasi ini juga menyajikan ulasan mengenai berbagai aktivitas menarik, review restoran dan hotel, serta panduan dasar berwisata di Bali. Dengan aplikasi ini para traveler dapat dengan mudah menikmati wisata di Bali tanpa perlu dipandu oleh tour guide.

Perkembangan teknologi sebagai akubat dari revolusi industri 4.0 juga berpengaruh terhadap menurutnya pengguna jara travel agent . Munculnya berbagai aplikasi yang memudahkan penggunanya dalam memesan hotel, tiket pesawat, ataupun tiket destinasi pariwisata membuat peran travel agent seolah-olah tidak dibutuhkan lagi. Kini para traveler dapat merencanakan perjalanan mereka sendiri dengan hanya bermodalkan gadget. Lebih efisien dan hemat biaya tentunya.

Para pelaku industri pariwisata tentunya menyadari dengan baik akan pengaruh revolusi industri 4.0 terhadap pariwisata di Bali. Berbagai teknologi terbaru diupayakan untuk menunjang kegiatan pariwisata dan menciptakan pengalaman menarik bagi para traveler. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi Big Data. Bali memiliki banyak desa wisata. Dengan memanfaatkan teknologi big data yang meliputi pendataan potensi desa wisata yang ada di Bali dan dikolaborasikan dengan beragam data terkait wisatawan dan pengunjung maka bisa diperoleh pandangan yang lebih luas. Dengan demikian pemerintah daerah bali dan pelaku industri pariwisata dapat membuat strategi yang lebih efisien dalam rangka memajukan pariwisata Bali.

Di bidang pembayaran, pengaruh revolusi industri 4.0 terlihat dari adanya rencana pemanfaatan teknologi pembayaran melalui Wechat di Indonesia, khususnya Bali. Sebelum diterapkan, pemerintah melakukan kajian yang mendalam teekait penggunaan teknologi pembayaran asal Cina ini. Salah satu hal yang menjadi penekanan dalam kajian terhadap WeChat tersebut adalah keterlibatan merchant lokal dan wajib menggunakan switching lokal. Hal ini dilakukan agar penerapan teknologi tersebut tetap meberikan keuntungan ekonomi kepada penduduk lokal.

Adapun rencana penggunaan teknologi ini didasari pada banyaknya traveler asal Cina yang berlibur ke Pulau Dewata. Traveler asal Cini tersebut lebih sering melakukan transaksi melalui WeChat untuk seluruh aktivitas mereka selama berlibur. Melihat hal yersebut pemerintah memandnag perlu diadakan kajian lebuh mendalam terhadap teknologi pembayaran tersebut guna memperoleh keuntungan yang maksimum.

Revolusi industri 4.0 memang mabawa banyak dampak positif bagi pariwisata Bali, khususnya dalam meningkatkan provit dan memberikan kemudahan bagi para traveler. Namunu perlu dipahami bahwa revolus industri 4.0 ini juga meminimalkan peran manusia dalam mengelola industri pariwisata. Pemanfaatan teknologi di berbagai aktivitas pariwisata membuat terjadinya pergeseran dari industri pariwisata yang awalnya padat karya menjadi padat modal. Jasa yang awalnya dusediakan oleh masyarakat, kini tergantukan oleh mesin dan aplikasi penunjang kegiatan pariwisata. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka tingkat pengangguran di Indonesia akan semakin meningkat. Selain itu, pariwisata yang seharusnya mengungkan masyarakat lokal justru hanya akan menguntungkan pihak luar. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat agar revolusi industri 4.0 ini tidaki mematikan peran manusia dalam pariwisata. Jangan sampai revolusi yang awalnya ditujukan untuk mengubah peradaban menjadi lebih baik justru menghancurkan peradaban itu sendiri.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai